Menumbuhkan kemandirian anak ala Montessori bukan berarti membiarkan anak melakukan segalanya sendiri tanpa arahan. Justru, pendekatan ini membantu anak belajar bertanggung jawab dan percaya diri melalui kegiatan sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Montessori percaya bahwa setiap anak memiliki keinginan alami untuk belajar dan menjadi mandiri, asalkan diberikan kesempatan dan lingkungan yang mendukung.

1. Mulai dari Hal-Hal Sederhana di Rumah
Langkah pertama dalam menerapkan kemandirian anak ala Montessori adalah memberikan kesempatan pada anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, membiarkan anak memilih pakaian sendiri, menuangkan air ke gelasnya, atau membantu menyiapkan meja makan. Kegiatan kecil seperti ini membantu anak merasa mampu dan dihargai.
2. Siapkan Lingkungan yang Ramah Anak
Lingkungan adalah kunci utama dalam pendekatan Montessori. Buatlah rumah yang memungkinkan anak melakukan aktivitas tanpa banyak bantuan. Letakkan barang-barang di rak rendah, sediakan alat makan yang aman dan mudah dijangkau, serta area khusus untuk anak berkreasi. Dengan begitu, anak bisa belajar mengambil keputusan sendiri tanpa harus selalu bergantung pada orang dewasa.
3. Berikan Waktu dan Kesempatan untuk Belajar
Dalam dunia yang serba cepat, orang tua sering kali ingin anak menyelesaikan sesuatu dengan cepat. Namun, dalam prinsip Montessori, orang tua diajak untuk slow down. Biarkan anak melakukan sesuatu dengan ritme mereka sendiri, meski hasilnya tidak sempurna. Proses belajar jauh lebih penting daripada hasil akhirnya.
4. Hindari Membantu Terlalu Cepat
Ketika anak mengalami kesulitan, dorongan alami orang tua adalah segera membantu. Namun, terlalu sering membantu justru membuat anak merasa tidak mampu. Coba tunggu sebentar dan beri waktu bagi anak untuk mencoba sendiri. Jika perlu, bantu dengan petunjuk kecil, bukan mengambil alih sepenuhnya.
5. Berikan Pujian yang Tepat
Dalam pendekatan Montessori, fokusnya bukan pada pujian yang berlebihan, tetapi pada pengakuan terhadap usaha anak. Alih-alih berkata, “Kamu pintar sekali!”, cobalah mengatakan, “Kamu sudah berusaha keras merapikan mainanmu, ya.” Kalimat seperti ini membantu anak memahami bahwa proses dan usaha mereka dihargai.
6. Jadilah Contoh bagi Anak
Anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar. Tunjukkan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari, seperti membereskan barang sendiri, menepati janji, dan mengambil tanggung jawab atas keputusanmu. Anak akan meniru kebiasaan positif itu secara alami.
Menumbuhkan kemandirian anak ala Montessori memang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Namun, hasilnya luar biasa — anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan penuh inisiatif. Dengan lingkungan yang tepat dan dukungan penuh kasih dari orang tua, setiap anak bisa belajar menjadi mandiri sejak dini.
Baca jugaCara Menghadapi Anak Tantrum dengan Pendekatan Gentle Parenting ala Montessori



