Punya bayi sering membuat rumah terasa berantakan dan tidak pernah selesai dirapikan. Mainan berserakan, pakaian menumpuk, dapur ramai, dan ruang tamu berubah menjadi playground.
Sebagai ibu, kita ingin rumah rapi, tapi juga ingin fokus pada bayi, apalagi saat tidak punya bantuan keluarga, atau hanya mengandalkan 1 helper.
Kabar baiknya: rumah tetap bisa terasa rapi tanpa harus sempurna.
Dengan langkah kecil ala Montessori & minimalism, kamu bisa menciptakan rumah yang lebih tenang, sederhana, dan mudah dirawat.
Berikut panduan cara mengatur rumah agar tidak berantakan saat punya bayi, yang realistis dan cocok untuk ibu Indonesia.

1. Kurangi Barang yang Tidak Perlu (Declutter 15 Menit/Hari)
Rumah berantakan paling sering disebabkan oleh terlalu banyak barang.
Semakin sedikit barang, semakin mudah dijaga rapi.
Setiap hari, lakukan 15 menit:
- Singkirkan benda yang tidak dipakai
- Pisahkan: donasi / buang / simpan
- Prioritaskan area yang paling sering dipakai bayi
Mulai dari area kecil: Meja Tv, dapur, rak bayi, kamar tidur
Montessori sangat menekankan lingkungan yang sederhana agar bayi dan ibu sama-sama merasa tenang.
2. Buat “Home Zones” Supaya Tidak Campur Aduk
Punya bayi = barang di mana-mana.
Tapi kalau kita membuat zona, rumah langsung terasa lebih teratur.
Contoh zone sederhana:
- Feeding zone: botol, bib, pompa, sendok
- Changing zone: popok, tissue, lotion
- Play zone: mainan, buku, matras
- Mom zone: skincare, charger, dompet
Dengan zona, kamu tidak perlu mencari barang ke sana-sini.
3. Simpan Mainan Sedikit Saja (Toy Rotation)
Menurut Montessori, bayi hanya butuh 4–6 mainan yang ditampilkan dalam satu waktu.
Sisanya disimpan dan diganti 1–2 minggu sekali.
Manfaat:
- Rumah rapi
- Bayi tidak overstimulated
- Mudah dibersihkan
- Bayi lebih fokus bermain
Kamu bisa pakai 1 keranjang kecil saja untuk mainan yang sedang dipakai hari itu.
4. Gunakan Keranjang di Setiap Ruangan (Game Changer!)
Keranjang adalah penyelamat ibu.
Tidak perlu mahal tapi yang terpenting fungsinya.
Gunakan keranjang untuk:
- Pakaian kotor
- Popok
- Mainan
- Skincare bayi
- Perlengkapan mandi
Keranjang membuat barang terlihat rapi meski sebenarnya cuma “ditaruh” saja.
5. Terapkan “One Touch Rule”
Ini tips yang dipakai ibu-ibu minimalis:
Pegang barang sekali → langsung taruh di tempatnya
contoh:
- Baju kotor → langsung ke keranjang
- Botol susu → langsung ke sink
- Tissue habis → langsung buang
Dengan sistem ini, barang tidak menumpuk dan kamu tidak merasa overwhelmed.
6. Gunakan Perabot Rendah & Aman ala Montessori
Bayi lebih mandiri jika perabot di rumah:
- rendah
- mudah dijangkau
- aman
Misalnya:
- rak rendah untuk mainan
- lemari kecil untuk pakaian bayi
- weaning table kecil
Ketika bayi bisa mengambil & mengembalikan barang sendiri, rumah otomatis lebih rapi.
7. Rapikan “Sedikit-Sedikit Tapi Sering”
Daripada menunggu malam untuk merapikan semuanya, lakukan:
- 2 menit setelah makan
- 3 menit saat bayi main
- 5 menit sebelum mandi
Totalnya mungkin hanya 10–15 menit sehari, tapi hasilnya luar biasa.
8. Sediakan “Emergency Basket”
Keranjang ini berisi:
- tissue basah
- popok
- baju ganti
- bib
- handuk kecil
Letakkan di ruang tengah.
Tujuannya: tidak perlu lari ke kamar setiap kali butuh sesuatu, sehingga rumah tidak berantakan karena kita buru-buru mencari barang.
9. Pilih Perabot Warna Netral
Warna netral membuat rumah terasa lebih tenang dan rapi meski tidak benar-benar rapi.
Montessori sangat menyarankan warna natural:
- putih
- coklat kayu
- beige
- krem
- abu muda
Rumah kecil juga terasa lebih luas.
10. Accept Imperfection “Rumah Ibu Tidak Harus Sempurna”
Rumah dengan bayi tidak akan selalu rapi, dan itu normal.
Yang penting:
- nyaman
- aman
- bersih
- tidak overwhelming untuk ibu & bayi
Rumah bukan museum, rumah adalah tempat tumbuhnya anak.
Penutup
Dengan menerapkan cara mengatur rumah agar tidak berantakan saat punya bayi, kamu bisa menciptakan lingkungan yang sederhana, tenang, dan mendukung perkembangan anak.
Tidak harus sempurna, cukup konsisten dengan langkah-langkah kecil setiap hari.


