bayi mendengarkan musik beragam
Blog

Apakah Musik Anak Harus Sederhana? Montessori dan Irama yang Kaya untuk Bayi

Banyak orang menganggap bahwa musik untuk bayi harus sederhana, lagu-lagu pendek, penuh pengulangan, dan dinyanyikan dengan suara tinggi seperti “Baby Shark”. Tapi apakah benar begitu?

Sebagai seorang ibu yang menerapkan pendekatan Montessori di rumah, saya mulai bertanya-tanya: apakah musik yang “sederhana” benar-benar yang terbaik untuk perkembangan otak anak? Atau mungkin, tanpa sadar, kita justru terlalu meremehkan kemampuan anak untuk memahami musik yang lebih kaya dan kompleks?

bayi mendengarkan musik beragam

🎶 Montessori dan Musik: “Anak Menyerap Lebih dari yang Kita Bayangkan”

Dalam filosofi Montessori, anak kecil memiliki “absorbent mind” pikiran yang menyerap segala sesuatu dari lingkungan tanpa perlu diajarkan secara langsung. Itu artinya, bayi mampu belajar hanya dengan mendengar, melihat, dan merasakan.

Jika anak bisa menyerap berbagai bahasa sejak usia dini, mengapa mereka tidak bisa menyerap musik yang kaya irama, melodi, dan ritme?

Saya pernah berbincang dengan seorang teman yang mencintai musik dan sering berkeliling dunia. Ia bercerita bahwa di beberapa budaya, anak-anak sudah terbiasa berinteraksi dengan musik yang sangat rumit. Misalnya di Ankara, Turki, anak usia empat atau lima tahun bisa menari mengikuti irama 7/8, yang bahkan terasa sulit bagi banyak orang dewasa. Di India, anak-anak belajar Konnakol, seni puisi ritmis yang kompleks dan melatih fokus, ketepatan, serta kepekaan bunyi.

Pendekatan ini sangat sejalan dengan filosofi musik Montessori untuk bayi, yaitu mempercayai kemampuan alami anak untuk menyerap dan menikmati bunyi yang beragam.


Mengapa Kita Perlu Memperluas Jenis Musik untuk Anak

  1. Anak Lebih Terbuka dari Orang DewasaAnak-anak belum memiliki preferensi atau penilaian seperti orang dewasa. Mereka tidak menganggap musik klasik membosankan, atau musik tradisional aneh. Mereka hanya mendengar, merasakan, dan menikmati setiap suara.
  2. Melatih Otak Kanan dan Kiri Secara BersamaanMusik yang kaya ritme dan struktur membantu menghubungkan kedua sisi otak. Ini meningkatkan konsentrasi, memori, serta koordinasi tubuh anak.
  3. Menumbuhkan Kepekaan Budaya dan EstetikaDengan mendengarkan berbagai jenis musik dari seluruh dunia, anak belajar tentang keberagaman, harmoni, dan keindahan sejak dini. Ini membantu mereka menghargai perbedaan dan menemukan keindahan di sekitar mereka.

Jenis Musik yang Bisa Diperkenalkan pada Bayi

Berikut beberapa jenis musik Montessori untuk bayi yang bisa diperdengarkan di rumah:

  • Musik klasik dari Mozart, Debussy, atau Beethoven.
  • Musik instrumental dari berbagai budaya seperti gamelan, harpa, atau sitar.
  • Konnakol dari India, atau musik ritmis Afrika.
  • Suara alam seperti hujan, kicauan burung, atau ombak laut.
  • Lagu anak yang sederhana namun tetap memiliki harmoni dan makna.

Yang terpenting adalah memberikan variasi dan tidak takut mengenalkan suara yang berbeda dari biasanya. Anak-anak jauh lebih pintar dan peka daripada yang kita kira.


Montessori Adalah Tentang Kepercayaan

Maria Montessori mengajarkan kita untuk percaya pada anak, termasuk mempercayai kemampuan mereka merasakan keindahan dunia di sekitarnya. Musik adalah salah satu jendela menuju dunia itu.

“Montessori teaches us to trust the child. So let’s trust them to feel the rhythm of the world, not just the lullabies of comfort.”

Di rumah Montessori kecilku, saya ingin anak saya tidak hanya mengenal musik yang mudah, tetapi juga musik yang jujur, dalam, dan beragam. Karena musik bukan sekadar hiburan, ia adalah bentuk cinta, ekspresi, dan pembelajaran.

Dengan musik, anak-anak belajar mendengar dunia dengan hati mereka.

baca juga 6 Pilar Montessori untuk Bayi dan Balita: Cara Mendidik Anak Sejak Dini di Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *