High chair bayi untuk latihan makan mandiri Montessori
Blog

Cara Memperkenalkan Makanan Baru Ala Montessori

Memahami cara memperkenalkan makanan baru ala Montessori sangat penting untuk membantu bayi mengenal rasa tanpa tekanan. Dalam metode ini, fokusnya bukan pada seberapa banyak bayi makan, tetapi bagaimana proses eksplorasi dan hubungan positif antara bayi dan makanan.

Memperkenalkan makanan baru ke bayi sering membuat ibu merasa cemas:

“Takut anak tidak suka,”

“Takut anak muntah,”

atau “Takut bayi menolak makan.”

Tetapi dalam pendekatan Montessori, MPASI bukan tentang memaksa anak makan. Tujuannya adalah membantu bayi membangun hubungan positif dengan makanan, rasa ingin tahu, dan kemandirian sejak awal. Dengan menerapkan cara memperkenalkan makanan baru ala Montessori, bayi belajar mengenal tekstur dan rasa tanpa dipaksa

Berikut panduan lengkap memperkenalkan makanan baru ala Montessori yang bisa kamu praktikkan di rumah.

High chair bayi untuk latihan makan mandiri Montessori

1. Cara Memperkenalkan Makanan Baru ala Montessori

Montessori selalu menekankan real food.

Artinya: bayi dikenalkan pada makanan dalam bentuk asli, bukan dicampur banyak bumbu.

Contoh: Wortel kukus, Alpukat, Kentang, Labu, Brokoli

Tujuan:

  • Bayi mengenal rasa asli
  • Bayi memahami tekstur alami
  • Membangun fondasi relationship yang sehat dengan makanan

Montessori percaya anak perlu tahu makanan itu dari mana, bentuknya seperti apa, teksturnya bagaimana. Pendekatan ini adalah cara memperkenalkan makanan baru ala Montessori yang paling sederhana dan aman bagi bayi


2. Sajikan Makanan di Piring Kecil & Kursi Rendah (Weaning Table)

Jika memungkinkan, gunakan weaning table, meja kecil khusus bayi.

Kenapa?

  • Bayi merasa in control
  • Duduk tegak → menelan lebih aman
  • Anak belajar seat = eating (kursinya khusus makan)

Kalau belum ada, high chair biasa juga tidak apa-apa.

Yang terpenting: posisi nyaman & aman.


3. Beri Waktu Eksplorasi, Bukan Target Habis

Montessori menekankan proses, bukan hasil.

Jadi jangan fokus pada habis tidaknya makanan.

Bayi belajar lewat:

  • Memegang
  • Mengenyot
  • Menggigit
  • Meremas
  • Menjilat

Itu semua adalah bagian dari sensorial learning.

Jika anak hanya makan sedikit, itu normal sekali.

Yang penting ia mengenal makanan tersebut.


4. Gunakan Bahasa yang Netral dan Positif

Saat memperkenalkan makanan baru, gunakan kalimat sederhana dan netral:

“Ini wortel. Rasanya manis.”

“Ini teksturnya lembut.”

“Kamu boleh coba kalau mau.”

Hindari:

“Ayo makan, habiskan dulu.”

“Nih cepat, mama suapi.”

“Kalau tidak makan nanti sakit.”

Montessori percaya bahwa makanan tidak boleh menjadi alat tekanan emosional.


5. Biarkan Bayi Menggunakan Tangan Terlebih Dahulu

Sebelum memperkenalkan sendok, Montessori memberi kesempatan bayi untuk menggunakan tangannya.

Kenapa?

  • Bayi memahami tekstur lebih dalam
  • Menguatkan koordinasi tangan-mata
  • Mendukung kemandirian dan rasa percaya diri

Setelah beberapa minggu, baru tawarkan sendok kecil.


6. Sajikan Makanan Baru Bersama Makanan yang Sudah Dikenal

Atur piring seperti ini:

  • 1 makanan yang sudah suka
  • 1 makanan baru
  • 1 makanan netral (misal: buah atau sayur lain)

Tujuannya:

  • Bayi tidak stres
  • Ada pilihan
  • Pengenalan lebih smooth

Ini sesuai dengan prinsip Montessori: pilihan terbatas tetap memberi rasa kontrol.


7. Ulangi 8–10 Kali Sebelum Menganggap Anak “Tidak Suka”

Montessori sangat memahami bahwa anak butuh waktu untuk menerima rasa baru.

Menurut penelitian, bayi bisa perlu 8–10 kali paparan sebelum benar-benar menerima satu jenis makanan.

Jadi kalau hari ini bayi menolak brokoli → itu bukan berarti dia tidak suka. Itu hanya artinya dia masih belajar.


8. Jadikan Waktu Makan Tenang & Tidak Tergesa-gesa

Lingkungan Montessori selalu tenang, rapi, dan minim gangguan.

Tips:

matikan TV / HP

duduk bersama anak

jangan terburu-buru

beri waktu 15–20 menit

Waktu makan santai, bayi lebih mudah fokus dan menerima makanan baru.


MPASI Adalah Perjalanan, Bukan Perlombaan

Setiap bayi unik. Pendekatan Montessori membantu ibu melihat makan bukan sebagai “anak harus makan banyak,” tetapi sebagai kesempatan belajar, eksplorasi, dan membangun hubungan positif dengan makanan. Pendekatan ini adalah cara memperkenalkan makanan baru ala Montessori yang paling sederhana dan aman bagi bayi

Dengan metode ini, bayi belajar:

  • mengenali makanan
  • mendengarkan rasa kenyang
  • menikmati proses makan
  • dan membangun kemandirian sejak kecil

Dan yang terpenting:

Mama pun akan merasa lebih tenang dan tidak terbebani

Baca juga Mengenalkan Budaya dan Bahasa ala Montessori: Belajar Merangkul Keragaman Sejak Bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *